Bandung (9/12/2017). Maraknya penyalahgunaan  obat akhir akhir ini merupakan masalah serius bangsa Indonesia, peredaran  obat ilegal dan penyalahgunaan obat di masyarakat dewasa ini bahkan beberapa kasus terjadi di Jawa Barat menjadi keprihatinan kita bersama, yang sangat meprihatinkan terutama  terjadi pada remaja dan anak-anak sebagai pelanjut generasi bangsa. Kondisi demikan jika tidak dilakukan upaya pencegahan akan sangat membahayakan dan akan menganggu ketertiban social. Upaya untuk melakukan pencegahan bukan hanya tugas pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan dan BBPOM tetapi seluruh stakeholder. Semua pihak diharapkan dapat melakukan langkah langkah sinergis untuk memberantas peredaran  obat Ilegal dan penyalahgunaan obat sesuai Inpres No.03 Tahun 2017 tentang Peningkatan efektifitas pengawasan obat dan makanan. 

Adanya aksi nyata dan  solid antar semua komponen ; Jajaran, lembaga, aparat, organisasi profesi untuk cepat dan tanggap dan melawan  pelaku peredaran obat-obat illegal agar di Jawa Barat  bebas dari peredaran obat illegal dan penyalagunaaan obat. Hal ini diperlukan melalui pemantapan koordinasi  dan  upaya  pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.

Maka pada tanggal 12 Nopember 2017 bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) KE 53 PD IAI Jawa Barat bersama dengan Pengurus Cabang se Jawa Barat menggelar aksi serentak penolakan obat illegal dan penyalahgunaan obat obatan.  Ada beberapa substansi yang dikampanyekan selain penolakan obat illegal dan penyalahgunaan obat 0batan diantaranya :

  1. Gerakan DAGUSIBU yaitu sebuah gerakan untuk mengedukasi masyarakat tentang cara mendapat, menggunakan, menyimpan dan membuang obat obatan
  2. GEMA CERMAT atau Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat adalah untuk Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat yang benar dan Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat secara rasional

Aksi ini juga tercatat di rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai aksi kampanye penolakan obat illegal dan penyalahgunaan obat dilokasi terbanyak dan jumlah massa peserta terbanyak yakni 27 lokasi di kabupaten/kota dan  3.150 Apoteker se Jawa Barat. Penyerahan Piagam MURI dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 9 Desember 2017 bersamaan dengan acara Rapat Kerja Daerah (RAKERDA), penyerahan piagam diberikan langsung oleh pihak MURI kepada Pengurus IAI Jawa Barat yang di wakili oleh ketua PD IAI Jawa Barat Apoteker Catleya Febrinella  yang di dampingi oleh Ketua MEDAI Jawa Barat dan Ketua Dewan Pengawas IAI Jawa Barat

Dalam sambutan pihak MURI yang di wakili oleh Bapak Triyono, menyampaikan sangat mengapresiasi acara yang digagas oleh PD IAI Jawa Barat, acara ini sebelumnya belum pernah di diselenggarakan dengan lokasi dan peserta sebanyak ini, sehingga sangat layak MURI memberikan rekor kepada pihak penyelenggara setelah melalui proses verifikasi dan validasi, disamping itu pihaknya juga sangat mendukung kegiatan social edukatif semacam ini, apalagi di tengah banyak kasus penyalahgunaan obat yang terjadi di Indonesia. Maka kedepan Pengurus IAI Jawa Barat harus menjadi garda terdepan dalam pemberantasan obat illegal dan melawan penyalahgunaan obat obatan. 

Ketua PD IAI Jawa Barat ketika menerima piagam rekor tersebut menyampaikan sangat berterima kasih kepada pihak MURI yang telah mengapresiasi kegiatan kami dengan memberikan piagam MURI, artinya kegiatan yang digagas betul betul monumental dan fenomenal. Pihaknya sangat terharu ketika pihak MURI menjadikan IAI Jawa Barat tercatat dalam catatan rekor Mereka, karena supaya tercatat tentunya harus melalui ketentuan yang ditetapkan dan melalui proses verifikasi, maka dengan ditetapkan oleh pihak MURI kita sangat bahagia. Ketua PD IAI juga berpesan, jadikan ini tidak hanya symbol seremonial tetapi secara substansial mari kita jadikan IAI Jawa Barat menjadi kekuatan utama dan pendorong besar untuk terbebasnya Indonesia dari obat illegal dan penyalahgunaan, jadikan Apoteker Jawa Barat  yang kehadirannya sangat ditunggu ditengah tengah masyarakat, maka Apoteker hadir untuk masyarakat Jawa Barat.   

Maka melalui forum ini PD IAI Jawa Barat menghimbau kepada teman sejawat untuk :

  1. Beriktikad baik dalam melakukan kegiataan praktiknya.
  2. Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur tentang mutu, khasiat dan keamanan obat obatan
  3. Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat-obatan
  4. Memperlakukan atau melayani konsumen/pasien secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
  5. Menjamin obat obatan yang diberikan di peroleh berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan
  6. Memastikan bahwa penyaluran obat-obatan dilaksanakan berdasarkan ketentuan perundang-undangan

Di akhir sambutannya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan mensukseskan acara tersebut, yakni semua Pengurus IAI Jawa Barat ( Dewan Pelindung, Dewan Pakar, Dewan Pengawas, Medai, Bidang, Tim, Himpunan Seminat dan IYPG serta seluruh Pengurus  Cabang se Jawa Barat.

Pengunjung

003699820
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Semuanya
281
1503
281
2116000
144186
307222
3699820
IP Anda: 54.234.190.237
2018-01-21 05:20
Premium Joomla Templates